Sedih campur malu berkecamuk tiada henti saat itu. Sedih karena lagi nggak ada duit lebih buat beli baru, trus malu karena DVB tersebut milik teknisi elektronika (tukang service). "Kok... digitalnya tukang service peralatan elektronika bisa juga kena petir?" Sambil menenangkan perasaan, saya berkata:"ternyata tukang service juga manusiaaaaaaa". Iyah.. demikianlah akhirnya saya tenang kembali.
Beberapa saat saya merenung.... memperkirakan blok rangkaian mana yang akan terkena sambaran petir. Biasanya menurut pengalaman pada DVB milik orang lain yang pernah saya reparasi sebelumnya, bagian yang macet hanya pada blok power supply (regulator).
Tanpa basa-basi saya ambil obeng (+) lalu melepaskan baut-baut cassing dan praaaakkkk.... casing saya buka. Kuperhatikan blok rangkaian regulator, kelihatannya aman-aman saja. Tidak ada tanda-tanda hangus terbakar. Kucoba juga menggunakan indera penciuman, tetapi tidak menemukan bau gosong (bau benda terbakar).
Tidak puas dengan itu, segera saya ambil AVO meter lalu saya ukur fuse (sekering), ternyata jarum AVO hanya diam saja. Saya amati sekering itu, ternyata tertulis "FUSE 1A250V". Ini berarti sekering itu adalah sekering 1 Ampere. Segera saya ambil tindakan antisipatif dengan mengambil seurat kabel, lalu saya solder pada kedua ujung sekering tersebut.
Setelah itu saya tes hubungkan dengan Listrik PLN. Mungkin ini merupakan tindakan nekat. Tapi sesungguhnya saya punya pengaman tegangan korslet. Jadi saya anggap biasa-biasa saja, tidak terlalu mengkuatirkan. Meskipun sebenarnya saya paham kalau putusnya sekering seperti itu disebabkan karena ada komponen yang terhubung singkat pada rangkaian berikutnya (komponen setelah sekering). Tetapi karena didorong oleh perasaan semoga cuma sekering saja yang rusak, supaya tidak banyak uang keluar, maka saya lakukan pengetesan.
Walhasil, pengaman tegangan korslet saya menyatakan bahwa pada rangkaian setelah sekering masih terdapat komponen yang terhubung singkat. Akhirnya kabel power saya lepas dari colokan listrik PLN kemudian saya telusuri rangkaian setelah sekering. Dari hasil penelusuran itu, saya menemukan ada transistor kecil tertulis "2222A". Segera kuukur kaki-kakinya dengan AVO, ternyata kaki 3 dan kaki 2 bukan cuma sekedar bocor, tetapi memang terhubung singkat. Kupastikan transistor tersebut dengan melakukan perbandingan dengan transistor type dan jenis sama. Hasilnya ternyata memang transistor yang masih di board tersebut sudah korslet dan perlu digannti. Setelah saya lakukan pergantian, saya tes kembali dengan memasang kabel power ke colokan listrik. Alat pengaman saya tetap menyatakan bahwa masih ada komponen yang terhubung singkat.
Kembali saya telusuri, tibalah saya pada sebuah komponen kode P4N90. Menurut Om Google, komponen dengan kode seperti ini adalah transistor mosFET N-Channel. Lalu saya mengadakan pengukuran dengan mengikuti metode pengukuran mosFET. Maka ketahuanlah bahwa P4N90 tersebut mengalami hubung singkat pada kaki gate (G) dan Source(S). Mengetahui kondisi ini saya langsung ambil mosFET yang berkode 7N65C, kebetulan yang tersisa dalam kotak perkakas kerja saya hanya type 7N65C.
Langsung saja saya ganti P4N90 itu dengan 7N65C. Kemudian saya coba hidupkan lagi DVBnya. Alhamdulillah, tampak seperti ada tanda-tanda kehidupan. Led Indikator rangkaian regulator sudah nyala. Sayangnnya tegangan untuk rangkaian utama satupun tidak ada yang keluar. Kondisi ini disertai dengan Transistor 7N65C panas melampaui batas. Hasil perabaan pada heatsinknya menyatakan bahwa panas ini tidak normal.
Akhirnya colokan listrik saya lepas lagi, kemudian mulai saya lihat kaki G pada 7N65C. Di sana ada tahanan dengan pita coklat-hitam-hitam-emas, menurut pembacaan saya, tahanan itu bernilai sekitar 10 Ohm. Segera saya pastikan dengan AVO, ternyata jarum AVO bergerak sedikit. Tidak puas dengan itu, saya ambil Digital Multimeter, lalu saya ukur. Hasilnya menunjukkan angka 17 koma sekian. Segera saya bongkar lagi peti-peti perkakasku, ternyata yang saya dapat hanya tahanan merah-merah-hitam (2,2 ohm). Iseng-iseng, saya pasang saja tahanan itu menggantikan tahanan yang 17 koma sekian tadi.
Walhasil sangat memuaskan. Semua tegangan yang diperlukan rangkaian utama sudah keluar. Tegangan 3,3; 5; 8; 13; 22; dan 30 volt sudah mulai terbaca oleh Avometer digital. Segera kupasang socket kabel ke rangkaian utama, dan alhamdulillah Reciver digitalku berjalan normal kembali.
Akhirnya saya simpulkan bahwa ternyata MOSFET P4N90 dapat diganti dengan MOSFET 7N65C. Demikian Cerita saya ini, semoga bermanfaat bagi yang membutuhkannya.
Mungkin MOSFET P4N90 ini bisa juga diganti dengan nomor kode lainnya, tapi saya belum mencobanya. Kelanjutan cerita tentang penggantian MOSFET P4N90 ini dengan kode lainnya saya serahkan kepada pembaca sekalian.
Lebih Lengkapnya......
| Download GRATIS | |||
![]() |
Menelaah Gangguan Monitor | ![]() |























